Selasa, 24 November 2015

Sejarah Singkat Pon. Pes. An Najah

Pondok Pesantren sebagaimana lazimnya, merupakan naungan Ghuroba’ dari seluruh penjuru tanah air yang semata-mata mencari ridhlo illahi rabbi dan merupakan fadhol allah swt. Yang di anugrahkan kepada sang pendiri sebagai imbalan jerih payah dan perjuangannya . begitu juga ponpes an najah mambaul ma’arif denanyar jombang.

Ponpes an najah merupakan salah satu asrama yang berada di naungan ponpes mambaul ma’arif denanyar jombang . Ponpes an najah pertama kali di dirikan oleh al maghfurlah KH.Abdul Mujib Shohib pada tahun 1996 M. Yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdhotul Ulama’ yaitu al maghfurlah KH.Bishri Syansuri .

Letak geografis bumi an najah berbeda dengan asrama-asrama yang berada di naungan P.P Mamb’ul Ma’arif , yang mana saling berdampingan satu sama lain , bumi an najah kurang lebih berada 850 meter sebelah timur  dari P.P Mamba’ul Ma’arif . meskipun berpisah P.P An Najah tetap konsisten pada tafaqquh fiddin yang sesuai dengan tujuan berdirinya ,yaitu mempertahankan model diniyah P.P Mamba’ul Ma’arif  yg di asuh oleh KH.Shohib Bishri. Pada awalnya P.P An Najah bernama Nur khodijah 1 (NK I) cabang dari asrama dari asrama yang di asuh oleh ibunda beliau  Ibu Nyai Hj.nadhiroh manshur . 

KH abdul mujib pertama kali mendirikan ponpes an najah di ikuti 30 santri, 10 santri putra dan 20 santri putri dari pondok barat , meskipun belum ada asrama untuk menampung santri , bagi beliau tidak masalah, karena prinsip beliau  “ tuku wedus disek, baru gawe kandang “ ( beli kambing dulu baru bikin kandang ) . dalam artian membawa santri dulu baru membuat asrama . kala itu ada 1 bangunan rumah yang di tempati beliau beserta istri dan 30 santri, tapi beliau beserta istri rela hanya menempati 2 kamar di tambah 1 ruang tamu dan ruang makan. Sedang 2 kamar lain untuk para santri . namun berkat kepiawaian beliau dalam mendidik para santri , keterbatasan sarana dan prasarana kala itu tidak terlalu bermasalah, sehingga para santri menjalani hari-hari mereka dengan santai.
 
Pada bulan juli tepatnya tahun 1996 M , merupakan pertama kali di bukanya pendaftaran , kala itu ada 25 santri baru dan itu tergolong banyak, karena baru pertama kali menerima santri baru .setelah dirasa jumlah santri relatif banyak  pada tahun 1997 M ,KH . Abdul Mujib membangun sebuah asrama ,tepatnya di belakang ndalem untuk santri putra yang sekarang begitu besar nan megah yang dihuni santri putri. Kala itu santri putri dipindahkan ke ndalemnya kH.mujib hanan sebelah utara ndalem. Juga tidak ketinggalan dibangun pula sebuah musholla gedek yang digunakan tempat beribadah dan ngaji oleh para santri. Alkisah , pada waktu KH.A.Mujib melakukan jama’ah dengan santri-santrinya turunlah hujan yang lebat dan disertai angin kencang, atap-atap musholla pada bocor, sehingga shof jama’ah belakang kehujanan dan akhirnya para jama’ah shof belakang mufaroqoh, tapi anehnya ada salah santri yang tidak mufaroqoh dan terus berjamaah , mungkin santri ini saking khusu’nya sholat , sampai tidak tahu kalau hujan turun . tapi akhirnya santri tersebut mufaroqoh juga karena fikirannya sudah buyar . disisi lain walau KH. Abdul.Mujib sibuk memikirkan pembangunan, pengajaran di an-najah tak pernah terlenakan.

Sehingga sejak awal berdirinya an-najah sudah ada kegiatan belajar mengajar. Kala itu kh.a.mujb membacakan kitab ta’lim wal muta’allim untuk para santrinya , kegiatan ini dilaksanakan setiap selasa pagi, sampai sekarang kegiatan tersebut masih dilakukan oleh ibu nyai hj. Rhoudhotul anwar istri beliau , tapi yang dikaji  bunyai  adalah kitab irsyadul’ibad. Disamping beliau membacakan kitab ta’lim walmuta’allim kepada santrinya beliau juga membacakan kitab ibnu ‘aqil, mukhtashor ihya’, dan tafsir jalalain setiap pagi dan ini menjadi istiqomah beliau. Selain mengaji kepada kh.a.mujib para santri juga sekolah diniyah dibarat.
Pada awal tahun 1997 M ,KH . Abdul Mujib dan guru pembantu beliau yaitu mbah yasin, p. Sucipto, p. Irham, bu jamilah (almarhumah) mendirikan madrasah diniyah salafiyah sendiri, yang eksistensinya sama dengan madrasah diniyah mamba’ul ma’arif yang diatur oleh kh. Shohib bisri, waktu itu ada 3 kelas ,terdiri atas kelas 1,2,3. Tapi tahun demi tahun kelas menjadi 6 hingga sekarang .
Hari-hari pun terkikis oleh waktu , santri pun semakin lama semakin banyak, sehingga asrama pun tidak mampu menampung para santri, dibangunlah sebuah asrama letak disebelah utara demi menunjang belajar mengajar para santri. 

Selang beberapa tahun an najah berjalan , tepatnya tahun 2005 , KH . Abdul Mujib mendapat panggilan untuk mengasuh PP Mambaul Maarif . yang kala itu mengalami banyak penurunan, sehingga semua santri an najah di ajak hijrah ke pondok induk . dengan di iringi isak tangis dan perasaan berat, mereka meninggalkan an najah yg telah mendarah daging di hati sanubari para santri. Di sini KH . Abdul Mujib mulai memperlihatkan kepiawaian dalam mendidik santri . dalam tempo yang tak seberapa lama pondok induk mulai bangkit dan saran pendidikan baru pun mulai di rintis . sejalan dengan itu , santri induk pun mulai bertambah banyak . namun kiprah beliau tak bertahan lama , karena sang pencipta menjalankan takdirnya , beliau jatuh sakit dan akhirnya dalam usia masih muda , 41 tahun , beliau sowan ke rahmatullah , tepatnya 17 agustus 2007 M / 5 sya’ban 1427 H . dengan meninggalkan seorang istri dan 4 orang anak  ( 2 putri, 2 putra ) . Innalillahi wa innailahi rojiun . semoga allah swt mengampuni dosa-dosa beliau dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah swt  , Amiien..
 
Setelah wafatnya KH . Abdul Mujib , sang istri nyai Hj Roudhotul Jannah sehabis iddah ,  kembali ke an najah dengan di ikuti kurang lebih 100 santri pa dan pi .  dengan ketegaran dan semangat yang besar, ibu nyai melanjutkan perjalan an najah yg sempat berhenti beberapa tahun . dengan di bantu santri2 senior , ibu nyai mendidik santri tampa lelah siang dan malam . begitu juga para santri, walau di an najah banyak cobaan , ada kala asrama banjir  , banyak yang sakit , mereka tetap semangat menimba ilmu dari ibu nyai dan asatidz dan asatidzah.

9 komentar:

Unknown mengatakan...

Ajib

Unknown mengatakan...

postingan terbaru belum di update... ini udah 2017 hehehe
kan sampun enten Pak Yai Ali Khidlir.

Unknown mengatakan...

Baca bolak balik pengen nangis trrharrruuu karena aps waktu itu saya masih kecilll

Unknown mengatakan...

AKu pengen masukin anaku ksana, caranya gmn ya, ada no kontak yg bs aku hububgi?

Unknown mengatakan...

postingan terbaru 2019 ditunggu

Unknown mengatakan...

Kh. Mujib shohib sosok kyai yg sabar.... Aku sendiri alumni annajah... Beliaunya sangat sayang kepada santri2 nya... Pesan terakhir beliau yg sampai saat ini saya ingat... Jadilah manusia seng isok ngerteni...

Unknown mengatakan...

Dateng langsung saja ke asramanya... Denannyar jl adi sucipto.... Atau embong miring denanyar ke arah utara kurang lebih 1 km

Onggo mengatakan...

Sampean aalumni taun pinten...

Unknown mengatakan...

Masyaallah, perjuangan beliau"hingga sekarang semakin berkembang pesat,,, Alhamdulillah dari fasilitas dan sistematis pembelajaran... semoga kedepannya semakin terus berkembang baikšŸ„° pondok tercinta